Perbedaan Properti Syariah dan Konvensional Menurut MB Properti


Properti syariah bisa menjadi pilihan pasangan muda dalam memenuhi kebutuhan papan rumah tangga. Bukan hanya kebutuhan papan saja yang terpenuhi, namun akan terbangun juga kenyamanan bagi penghuninya, karena proses perjanjian dan transaksi jual beli yang aman dan nyaman.


Lalu, mengapa Properti Syariah di nilai lebih aman dibanding dengan Properti Konvensional? simak penjelasan berikut ini.

Berikut adalah beberapa perbedaan properti syariah dan konvensional:


Properti Konvensional

Pada properti konvensional, hanya mengenal transaksi jual beli dan keuntungan diambil dari pokok hutang di mana terdapat sistem riba. Suku bunga acuan bisa berubah setiap tahunnya, maka itu nggak heran kalau ada kemungkinan cicilan yang akan dibayarkan pembeli properti konvensional akan berbeda setiap bulannya. Cicilan itu bisa berubah menjadi lebih mahal atau bahkan lebih murah dari yang telah ditawarkan di awal pembelian. Nah, hal ini termasuk gharar atau ketidakjelasan sehingga bisa merugikan salah satu pihak. Dalam ajaran Islam, gharar juga ditentang seperti riba.

Jika membeli properti konvensional, DP akan hangus jika calon pembeli tidak jadi membeli properti yang sudah disepakati. Baik itu alasannya karena ada musibah yang tak terduga atau ingin membeli properti di tempat lain. Selain itu, properti konvensional memberlakukan sistem denda dan sita. Kalau pembeli telat membayar cicilan, maka akan dikenakan denda. Sedangkan kalau sampai tidak bisa membayar sama sekali, maka properti akan disita kemudian dijual meski dengan harga yang di bawah harga pasaran.


Properti Syariah

Jika properti konvensional hanya mengenal transaksi jual beli, maka di properti syariah ada ada juga transaksi jual beli, sewa, dan kepemilikan bertahap. Sedangkan keuntungan atau bunga yang jika di properti syariah disebut sebagai margin keuntungan, akan diberitahukan di awal. Margin keuntungan ini adalah kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat, seperti bank, developer properti syariah, dan pembeli. Tidak akan ada perubahan margin keuntungan selama masa tenor atau masa kredit.

Dalam transaksi properti syariah, tidak ada sistem denda dan sita, karena hal itu termasuk riba dan zalim. Kalau pembeli tidak bisa membayar cicilan tepat waktu, bisa meminta tenggang waktu yang kemudian disepakati semua pihak. Jika tidak bisa membayar sama sekali, maka akan dibantu untuk dijualkan tetapi harga tidak akan lebih rendah dari pasaran.


Nah itu dia perbedaan properti syariah dan properti konvensional. anda tertarik membeli properti syariah? Mari kunjungi proyek kami www.mbproperti.com




MB PROPERTI  yang terdaftar dengan nama PT.MEKAR BARU PROPERTI INDONESIA, telah 11 tahun berpengalaman. Telah mendapat kepercayaan fasilitas KPR indent dengan 2 bank BUMN (BTN Syariah,  dan Bank Syariah Indonesia). Kami memiliki model pengembangan properti terintegrasi, mulai dari pembebasan lahan dan  atau pengadaan, hingga desain dan pengembangan, hingga manajemen proyek. Penjualan serta sewa guna komersial dan pemasaran,  khususnya rumah hunian cluster milenial hingga cluster besar.

Hotline: 08516-3000-591

instagram.com/mbproperti

WWW.MBPROPERTI.COM

pesona.mbproperti.com

Keyword Terkait: 

perumahan cirendeu,perumahan lebak bulus,perumahan dekat mrt,perumahan jakarta selatan,perumahan tangerang selatan,jual rumah jakarta selatan,jual rumah di lebak bulus,jual rumah mrt lebak bulus,jual rumah bintaro,jual rumah lebak bulus,perumahan tanjung barat,perumahan condet,perumahan jagakarsa,perumahan jakarta selatan,apartemen jakarta selatan,jual rumah jakarta selatan,jual rumah tanjung barat,jual rumah jagakarsa,jual rumah tb simatupang,rumah murah jakarta selatan, MB Properti